Kaca-kaca ini mulai berembun
Terasa dingin dipeluk angin
Namun lubuk mata terasa panas
Air menggenang di pelupuk mata
Jari mungil ini menari-nari menulis kata
Kata yang tak bermakna
Karena halilintar menyambar-nyambar garang
Cahaya kilat penerang langit kegelapan
Dimanakah ibu di tengah rayuan petir ?
Hati getir sebab khawatir
Pandangna buran di balik jendela
Lalu lalang orang menipu mata
Apakah itu ibu ?
Apakah itu ibu ?
Bukan, bukan ibu
Harapku semu mencemaskanmu
Cepatlah pulang, segeralah datang
Temani aku di sini yang sedang ketakutan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar