Kamis, 22 Januari 2015

Lewat Jendela

Kaca-kaca ini mulai berembun
Terasa dingin dipeluk angin
Namun lubuk mata terasa panas
Air menggenang di pelupuk mata 
Jari mungil ini menari-nari menulis kata
Kata yang tak bermakna
Karena halilintar menyambar-nyambar garang
Cahaya kilat penerang langit kegelapan  
Dimanakah ibu di tengah rayuan petir ?
Hati getir sebab khawatir
Pandangna buran di balik jendela
Lalu lalang orang menipu mata
Apakah itu ibu ? 
Bukan, bukan ibu
Harapku semu mencemaskanmu 
Cepatlah pulang, segeralah datang
Temani aku di sini yang sedang ketakutan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar